Menjamurnya Budaya Korea diNegeriku
*Oleh Vella Novely Hidayat
Era globalisasi
merupakan zaman menuju lingkungan dunia. Semua aspek dapat dipengaruhi oleh
globalisasi termasuk aspek kebudayaan. Kebudayaan Indonesia yang dikenal
beranekaragam dari sabang sampai merauke terdapat berbagai jenis bahasa suku
dan budaya. Namun kini semenjak si globalisasi memasuk kawasan Nusantara
kebudayaan di negaraku mulai menipis dan menurun. Hal itu mungkin dikarenakan
banyak masyarakat yang tak acuh dengan kebudayaan Indonesia, apalagi masyarakat
yang tinggal diperkotaan.
Tahun 90’an masih
terasa kental kebudayaan di indonesia. Budaya bergotong royong, melestarikan
kesenian daerah melalui kesenian tari, tutur, pantun, bahkan permainan
tradisional dan nyanyian, yang masih melekat dengan nuansa asli Indonesia.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh era globalisasi kebudayaan
mulai terkikis dan menipis. Permainan dan lagu sewaktu kita masih anak-anak
dulu terasa sangat manis, asyik, dan membuat kita belajar agar dapat
bekerjasama, dan bersosialisasi. Namun, lihat sekarang permainan anak-anak
zaman sekarang sangat canggih., yang dulu mainnya panas-panasan, kotor-kotoran
sekarang hanya duduk manis diatas sofa hanya bermodalkan jari telunjuk dan
jempol sudah membuat anak-anak senag dan gembira. Tapi lihat mereka tak
bersosialisasi, susah untuk diajak untuk bekerjasaama, manja, dan sebelum
umurnya mereka sudah dewasa. Itu dapat dirasakan saat kita masih anak-anak.
Lihat sekarang kita
sudah remaja. Apakah kalian tahu budaya-budaya yang dimiliki Indonesia? , kebanyakan
dari kita tidak begitu mengetahui budaya-budaya. Kita lebih mengetahui
budaya-budaya asing terutama budaya Korea. Memang sulit untuk dipungkiri
artis-artis Korea memang ganteng, keren, dan gaya, dibanding dengan artis
Indonesia, untuk kalangan remaja zaman sekarang.
*siswa
SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III, kelas XII IPA 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar