Selasa, 16 September 2014



Menjamurnya Budaya Korea diNegeriku
*Oleh Vella Novely Hidayat
Era globalisasi merupakan zaman menuju lingkungan dunia. Semua aspek dapat dipengaruhi oleh globalisasi termasuk aspek kebudayaan. Kebudayaan Indonesia yang dikenal beranekaragam dari sabang sampai merauke terdapat berbagai jenis bahasa suku dan budaya. Namun kini semenjak si globalisasi memasuk kawasan Nusantara kebudayaan di negaraku mulai menipis dan menurun. Hal itu mungkin dikarenakan banyak masyarakat yang tak acuh dengan kebudayaan Indonesia, apalagi masyarakat yang tinggal diperkotaan.
Tahun 90’an masih terasa kental kebudayaan di indonesia. Budaya bergotong royong, melestarikan kesenian daerah melalui kesenian tari, tutur, pantun, bahkan permainan tradisional dan nyanyian, yang masih melekat dengan nuansa asli Indonesia. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh era globalisasi kebudayaan mulai terkikis dan menipis. Permainan dan lagu sewaktu kita masih anak-anak dulu terasa sangat manis, asyik, dan membuat kita belajar agar dapat bekerjasama, dan bersosialisasi. Namun, lihat sekarang permainan anak-anak zaman sekarang sangat canggih., yang dulu mainnya panas-panasan, kotor-kotoran sekarang hanya duduk manis diatas sofa hanya bermodalkan jari telunjuk dan jempol sudah membuat anak-anak senag dan gembira. Tapi lihat mereka tak bersosialisasi, susah untuk diajak untuk bekerjasaama, manja, dan sebelum umurnya mereka sudah dewasa. Itu dapat dirasakan saat kita masih anak-anak.
Lihat sekarang kita sudah remaja. Apakah kalian tahu budaya-budaya yang dimiliki Indonesia? , kebanyakan dari kita tidak begitu mengetahui budaya-budaya. Kita lebih mengetahui budaya-budaya asing terutama budaya Korea. Memang sulit untuk dipungkiri artis-artis Korea memang ganteng, keren, dan gaya, dibanding dengan artis Indonesia, untuk kalangan remaja zaman sekarang.
*siswa SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III, kelas XII IPA 2